Posted in Photography, Jakarta, poem, Quote, 2017, 365 posts in 365 days, Indonesia, local, Poetry

Day 81 in 2017

Enjoying poetry is exclusive, 

Just like taking pleasure in your meal. 

The sole right to enjoy is given to your taste buds and nerve.

No one can partake in how you feel

When each word is swallowed down

Into the heart. 

Yes, into the heart. 

You can only share poetry by heart. 

Puisi tidak menyelamatkan apa pun, namun memberi 

Keberanian membuka jendela dan pintu pada pagi hari 

Menyeret kakiku menghadapi dunia yang meleleh

Di jalan-jalan kota yang tidak berhenti berasap. 

(M. Aan Mansyur: Puisi Tidak Menyelamatkan Apapun – Tidak Ada New York Hari Ini) 

Posted in Photography, Jakarta, poem, days, world, Love, 2017, 365 posts in 365 days, Indonesia, local, Poetry

(delayed) Day 80 in 2017

It’s World Poetry Day, 

So let me quote my all-time favorite poetry 

From one of the national poets 

Who once was my dean –

Sapardi Djoko Damono

The pioneer of Indonesian lyrical poetry. 

 Aku ingin mencintaimu dengan sederhana 

Dengan kata yang tak sempat diucapkan kayu kepada api yang menjadikannya abu 

Aku ingin mencintaimu dengan sederhana 

Dengan isyarat yang tak sempat disampaikan awan kepada hujan yang menjadikannya tiada 

(1989)